Senin, 28 November 2016

HATI



Hati...
Apa kabar mu hari ini?
Masihkah sedih?
Masihkah gundah?
Atau sudah  kembali bahagia?

Hati...
Kamu tidak perlu berbohong
Aku tau, kamu tidak sekuat itu sanggup menampung beban
Aku tau, kamu tidak sekuat itu berlagak bahagia
Aku tau, kamu cukup pintar untuk menutupi kesedihanmu

Di dunia ini, tidak ada yang sangat kuat dan tegar sekalipun dalam menutupi segala sesuatu untuk dipendam sendiri
Sekuat apapun kamu menutupinya
Menangislah hati, jika kamu ingin menangis
Luapkan segala kegelisahan yang kamu rasa
Karena tidak ada sesuatu di dunia ini yang betul-betul bisa membaca isi hati kecuali Sang Pencipta

Hati...
Kamu ingin dimengerti?
Kamu  ingin diperhatikan?
Kamu ingin mengungkapkan sesuatu?
Kamu ingin apa Hati?
Coba, coba jelaskan..

Jangan pernah ragu untuk menjelaskan...

Sedang Bercerita



Mungkin ini terlalu berlebihan untuk diceritakan
Mungkin ini juga terlalu biasa untuk di bagikan
Tapi, inilah cerita
Tak ada cerita yang tidak mempunyai arti
Tak ada cerita yang tidak mungkin diceritakan

Dulu, kita memang pernah dekat, berbagi cerita, bertukar pikiran, bertukar candaan, dan tiada hari tanpa bertegur sapa, layaknya sebuah pertemanan
Begitulah kita, begitulah aku mengingat setiap detailnya

Mungkin kita hanya sekedar kenal
Sekedar kenal untuk mengisi kekosongan
Sekedar dekat untuk saling mengisi kesepian
Kenapa bisa seperti itu?
Kenapa ada kata “sekedar” dalam semua ini?
Kenapa harus ada kata "sekedar" dalam sebuah pertemanan?
Yaaa, karena tidak ada cerita yang tidak ada artinya^^

Aku bisa berkata demikian, kenapa?
Karena beginilah kita sekarang, apa yang telah terjadi di antara kita sekarang?
Hilaaaannggg...
Kosooonnggg...
Terbang dibawa pergi oleh waktu dan digantikan oleh cerita-cerita yang baru

Mungkin cerita kita hanyalah sekedar cerita, mungkin juga tidak ada arti untuk kita
Eehh, kita??? hhmmmmm
Mungkin terlalu berlebihan untuk aku menggunakan kata “kita”, tapi..yasudahlaahh...
Anggap saja ini kekeliruanku dalam bercerita^^

Entah waktu yang telah merubah ini semua
Entah sikapku yang membuat dirimu berubah
Entah orang baru yang telah hadir dalam hidupmu
Oh, mungkin bukan orang baru, tapi mungkin orang lama yang kembali mengisi hari-harimu
Dan mungkin kamu sudah tidak memerlukan aku lagi
Maafkan kekeliruanku dalam menyebutkan “orang baru”, aku lupa kalau akulah orang baru itu
Akulah yang tiba-tiba hadir dalam hidupmu
Tapi haruskah aku yang salah dalam hal ini?

Aku ingat, seorang teman pernah berkata kepadaku
“jangan pernah nyalahin diri sendiri, jangan pernah merasa bersalah cuma karena yang beginian
Dia yang datang, dia yang pergi, jadi apa yang harus dipersalahkan?"

Aku tidak pernah ingin semua ini terjadi seperti ini
Aku tidak pernah mengira akan terjadi seperti ini
Aku sudah berusaha sebisa mungkin untuk mencairkan suasana
Tapi ibarat sebuah es, bagaimana mungkin akan cair jika es itu tetap berada di dalam tempat yang dingin
Semua ini terjadi dengan sendirinya, tiba-tiba menjauh menjauh dan benar-benar hilang

Begitulah...
Inilah cerita, sebuah kisah yang diceritakan oleh sebelah pihak dan kita tidak tau bagaimana dengan pihak yang lain itu, mungkin nanti kita akan mencoba mendengarkan dari pihak yang satunya lagi :) 
Cukuplah menjadi penyimak cerita yang baik...

Karena tidak ada cerita yang tidak ada kisahnya
Tidak ada kisah yang tidak bisa diceritakan...

Salam, kawaizha!


Rabu, 28 September 2016

K.A.P.A.N ?


Setiap orang pasti pernah merasakan di samperin sama pertanyaan "KAPAN"
Entah itu sekedar ingin tau, entah itu karena perhatian, entah itu sebagai motivasi, entah itu cuma sekedar KEPO :)
Tergantung orangnya juga sih mau simpulin gimana dari pertanyaan " KAPAN" itu.

Sebagian orang atau hampir setiap orang, udah cukup lelah untuk menjawab pertanyaan itu. Karena pada kenyataannya, pertanyaan "K.A.P.A.N" itu amat sangat menyiksa bagi orang-orang yang menjawab nya ckckckck *lebay*

Ada beberapa pertanyaan KAPAN yang memang kalau di tanyain terus-terusan bisa bikin orang yang di tanyain jadi kesel untuk nanggepinnya.
Contohnya ni ya :
- Kapan Tamat Kuliahnya, udah mau di DO yaa?
- Kapan Wisudanya?
- Kapan Mau Kenalin Calon Pendamping Hidup?
- Kapan Nikah? *iniyangpalingekstrim*
- Kapan Punya Anak?
- Kapan mau nambah anak?
dan kapan - kapan lainnya yang masih bersebaran diluar sana -_-"

Itu tuh beberapa si KAPAN yang paling nyebelin di antara KAPAN-KAPAN yang tersedia hihihihi

Terkadang nih ya, sebagian orang yang nanyain itu malah gak mikir dulu sebelum ngeluarin tu pertanyaan :/ okelah ya kalau sekali-sekali sih gak masalah, Lah ini tiap-tiap ketemu malah di tanyak terus-terusan. Siapa coba yang gak kesel?
Itu yang nanyak maunya apa ya kan, pengen tau atau kasihan sih sebenarnya :(
Karena realitanya ni ya, Perhatian & Kasian itu gak jauh beda lho ckckckck

Pernah gak sih orang-orang yang ngasih pertanyaan KAPAN itu sedikit...aja mikir gimana perasaan orang yang di kasih pertanyaan itu?
Pernah gak sih mereka merasakan gimana rasanya kalau mereka yang dikasih pertanyaan itu?

Sebenarnya gak ada yang salah dari pertanyaannya, gak ada salah juga sama yang ngasih dan dikasih pertanyaannya, gak ada yang salah pada dasarnya kalau pertanyaan-pertanyaan itu tidak perlu ditanyakan terus menerus, karena pasti bikin yang di tanyak itu kesel :/

Ditanyain kapan tamat kuliah, kapan wisudanya, nah lhoo emangnya namatin kuliah itu semudah ngebalikin telapak tangan? Emangnya wisuda itu tinggal ngambil toga terus foto2 gitu? Mungkin mereka udah mati-matian ni ya ngampus, ngerjain tugas, nemuin dosen untuk bimbingan, tapi semua itu pasti ada kendalanya kan ya, mungkin kesendat di dosennya, kesendat di ngumpulin bahan untuk tugas akhir'a, dan yang paling sering mungkin kesendat di diri sendiri jg x ya hehehe, tapi kan usaha'a itu pasti ada. Kalau ditanyaain terus-terusan, yang ada bukan malah selesai tu kuliah, tapi makin stres ckckckck !

Pertanyaan yang paling ekstrim lagi ni ya, kalau di tanyain Kapan mau kenalin Calon Pendamping Hidup?Kapan mau Nikah? Pacaran udah bertaon-taon, Kapan nikahnya?

Yaa ampun, ini yang kasih pertanyaan maunya apa sih? Heran deh ya -_-"
ini yang kasih pertanyaan udah kayak wartawan aja, bahkan kadang ortu kita sendiri gak seheboh itu untuk tanya-tanya kan yaa -_____-
Siapa sih yang gak mau Nikah?semua orang juga mau Nikah, mau bahagia membangun rumah tangga, ngebesarin anak-anak dari darah daging sendiri, bahagia ketemu pendamping hidup yang bisa membuat dia jadi lebih baik lagi, apa lagi kalau bisa di bimbing menuju Surga, Subhanallah sekali kan :)

Menikah itu bukan perkara yang mudah, menikah itu bukan karena udah masuk umurnya, karena pada dasarnya menikah gak semudah kelihatannya, jadi menikahlah tanpa merasa dikejar-kejar usia :)
Jodoh itu cuma soal waktu aja, gak perlu terlalu merasa terburu-buru. Dari pada pusing, stres, mikiran siapa jodoh dan kapan jodoh itu datang, mending nih ya berbenah diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya, perbanyak bersedekah, InsyAllah jika sudah datang waktunya pasti semua akan indah.

Pernah ni ya baca di mana gitu kan, katanya nihh "Menikah itu mudah kok, yang susah itu cari JODOHnyaaaa" *aseembenerdaah* -_-"

Setelah menikah, bukan berarti akan terhidar dari pertanyaan KAPAN, karena masih banyak si KAPAN KAPAN laiinya lagi yang menanti :(
Kalau kita terus-terusan dengerin apa yang orang katakan untuk kita, itu semua gak akan ada habisnya, yang ada malah kita yang kesel, sedih, stres terus gilaaa hahaha, Gak lucu kan ya gila cuma gara-gara ditanyain "KAPAN-KAPAN" itu ckckckckck

So, dari pada pusing-pusing nanggepin itu semua, lebih baik diambil hikmahnya aja, perbaiki diri untuk menjadi lebih baik lagi  ^_^



Jumat, 19 Agustus 2016

HALTE

Menjadi tempat persinggahan itu gak pernah ada enak-enaknya
Enaknya tu cuma sementara, sama seperti kita hidup di Dunia ini
Dunia ini adalah tempat persinggahan kita yang sementara, ketika waktunya telah tiba kita semua akan menuju ke kehidupan yang kekal.

Tapi apapun definisi tempat persinggahan itu, intinya tetap selamanya gak enak.

Yaaa kurang lebih sama lah kayak HALTE ckckck
Pada tau donk HALTE itu apa?
Halte itu tempat pemberhentian, biasanya sih tempat pemberhentian kendaraan, tempat persinggahan sebelum kita menuju ke kendaraan yang diinginkan.

Kalau HALTE HATI ada gak ya? hahahaha
Hatinya nih cuma disinggahin aja sebentar, kebetulan lagi sama-sama kosong kan ya, terus pas hati yang lain udah datang, langsung berangkat deh, yang kasiannya kan hati yang pertama dijadiin tempat singgah donk ya :)

Pernah gak sih dijadiin tempat persinggahan?
Rasanya enak gak?
Baper gak?
Ikhlas gak?
Hmm tiap orang pasti beda-beda donk ya ngerasainnya :)
Tapi intinya tetap gak enak !

Dijadiin tempat persinggahan itu sih awal-awalnya aja enak, apalagi kalau yang dijadiin tempat persinggahan itu gak tau kalau dia bakal di jadiin tempat persinggahan :(
Disinggahin sebentar, dinyamanin sebentar, eehh pas udah baper malah kabuuurrrr *aseemmbenerdaahh* hahahaha
Terus kalau udah gini, siapa coba yang salah?yg nge-singgahin?ato yang jadi halte?

Ada yang pernah nge-gituin gak?
atau ada yang pernah digituin gak?
Tapi pasti pernah donk yaa, secaraa kan yaaa zaman semakin maju ckckckck 
#apa hubungan'a coba :D

Manusia itu perasaannya halus banget, khususnya para perempuan.
Hampir semua perempuan itu memiliki perasaan yang sulit ditebak, bahkan bagi perempuan itu sendiri, terkadang mereka kesulitan untuk mendeskripsikan apa yang sedang dia rasa.
Perempuan itu paling gak bisa dinyamanin, apalagi kalau dijadiin tempat persinggahan sementara kayak HALTE -___-"
Kalau udah gitu, sebagian perempuan akan memendam perasaan itu sendiri, gak perlu ada orang lain yang tau. sebagian perempuan yang lain, akan berkoar-koar cerita kesana kesini apa yang dia rasakan.
Jadi kalau ada yang bilang semua perempuan itu sama aja, itu salah!

Kalau ngebahas masalah perasaan itu gak akan pernah ada habisnya sih hahahaha
So, kita bahas masalah HALTE aja ya :D

Kenapa coba mesti disinggahin terus pergi?
Kenapa coba udah ngasih kenyamanan terus pergi?

Pada dasarnya sih gak ada yang salah dalam hal ini, tergantung kita melihat dan menilainya gimana.
Mungkin orang yang cari tempat persinggahan itu, awalnya emang gak ada niat buat sekedar singgah, mungkin emang seperti itu orangnya, mencoba peduli dan baik sama semua orang, tapi yang disinggahin ini aja x yang Baper ya ckckckck
Mungkin kebetulan yang salah ya cuma waktunya aja yang gak tepat.
Dikatakan gak tepat, kebetulannya yang disinggahin ini nih emang lagi kering banget (ceilleeh kering udah kayak musim kemarau aja) hahaha, kering dalam artian lagi butuh teman berbagi untuk cerita-cerita, ehh gak sengajanya malah dibuat nyaman pulak -_-"
Kalo udah gini wajar kan ya jadi baper, terus langsung ngambil kesimpulan "aku tuh cuma dijadiin halte doank ternyata"  "tega yaa, habis manis sepah dibuang" " gak punya hati banget sih tu orang" "ini hati lho bukan halte bus, habis disinggahin terus pergi lagi" dan bla bla bla bla lainnya :D

Terus, kalo udah gini pasti yang terlihat salah itu, yaa yang singgah ke HALTE HATI itu tuhhh, padahal mungkin niatnya gak gitu kan ya *ckckckckc
Terserah deh mau maksud awal yang singgah gimana, tetep aja salah kalau udah kayak gitu -_-"
Terus kalau udah kayak gitu, mau gimana coba? #auu'aahh

Intinya nih ya, kalau emang gak mau dijadiin HALTE HATI, pinter-pinter deh ngendaliin perasaan, jangan sampek Baper, karena kalau udah Baper tu udah bahaya :)
Terus kan ya, jangan suka ngejadiin orang lain itu HALTE, karen jadi HALTE itu gak enak banget lho hahahaha :)






Jumat, 18 Desember 2015

Perjalanan



Inikah yang dinamakan dengan perjalanan? Kita gak akan pernah tau gimana sebuah perjalanan itu sebelum kita melewatinya. Setapak demi setapak kita lalui dengan berbagai ritangan yang pasti akan selalu tersedia dan sudah menunggu kita di depan sana.
Sepanjang apakah perjalanan itu, sejauh apakah kita harus berjalan, seberapa lamakah kita akan melewatinya, hal-hal apa saja yang akan kita hadapi nantinya, akan bertemu dengan apa saja kita di depan sana, kita gak akan pernah tau sebelum kita melakukan perjalanan itu.

Hidup ini adalah sebuah perjalanan. Perjalanan yang harus kita lalui dengan penuh suka cita. Sebuah perjalanan yang telah di skenariokan oleh Tuhan Yang Maha Esa sebagai Sang Pencipta.
Kita inilah yang berperan langsung dalam perjalanan kita, kemana kita melangkah, sejauh apakah langkah kita, kitalah yang menentukannya, sedangkan Sang Pencipta hanya mengarahkan kita. Dia ingin melihat, seberapa sanggupkah kita memerankan diri kita ini, seberapa kuatkah kita dalam menyelesaikan perjalanan ini. Bukan orang lain, tapi kita lah.

Tidak ada perjalanan yang mulus, tidak ada pula perjalanan yang tidak ada rintangan nya. Setiap perjalanan pasti akan akan ada akhirnya. Entah bahagia atau tidak. Tidak ada yang tau sebelum kita melakukan perjalan itu. Masalah demi masalah pasti ikut menyertai perjalanan kita, tergantung bagaimana diri kita bisa menyelesaikan masalah itu. Karena kindahan sebuah perjalan dapat dilihat dari bagaimana kita bisa menghadapi dan menyelesaikan apa yang akan terjadi dalam perjalanan itu.

Gak terasa udah setahun juga gak ngisi blog ini dengan kata-kata motivasi atau bahkan keseringan nya terlihat lebay ato alay ckckck well, tapi inilaah yang terjadi. Entah sibuk atau tidak ada inspirasi, entah malas atau lagi males ngetik, apapun itu yang jelas setahun ini adalah perjalanan aku yang luar biasa. Yaahhh entah luar biasa yang bagaimana yang aku maksudkan disini, yang pastinya itu sangat luar biasa, Entah apa kata orang whatever laahh, toh ini Perjalanan ku kan :)
Sebuah perjalanan membuat aku sadar, apa itu arti nya sebuah kerinduan, sebuah keinginan, sebuah harapan, dan sebuah pengorbanan.

Menahan rasa rindu yang teramat dalam itu gak semudah berlari satu x putaran di lapangan Blang Padang lhoo, yaa walaupun sulit bagi orang-orang yang jarang olahraga kayak aku ini hehehe, tapi ini sulit amat sangat sulit. Gimana bisa kita rindu akan suatu hal tapi kita tidak mampu untuk menggapainya, seperti kita ingin menggapai langit yang sangat tinggi, jangankan langit..itu atap kamar aja gak bisa kita gapai kalo gak pakek tangga, kira2 begitulah..
Tapi perjalanan ini membuat aku lebih dewasa, bahwa gak selama nya rindu itu harus di gapai :)

Keinginan akan sesuatu hal juga menjadi suatu yang sangat menarik dalam sebuah perjalanan. Gimana mau melakukan perjalanan kalau kita sendiri gak tau, apa sih yang kita inginkan?
Dalam hal ini aku sadar, bahwa tidak semua keinginan itu harus terwujud, kita boleh punya keinginan dan berusaha untuk mewujudkannya, tapi jika keinginan itu tidak terwujud yaa kita tidak bisa memaksakannya juga kan? Dan perjalanan ini membuat aku sadar, bahwa memaksakan keinginan itu akan berakibat tidak baik untuk kesehatan kita, #nah lhooo :D

Bagaimana dengan Harapan dan Pengorbanan? Tidak ada satu manusiapun di muka bumi ini yang tidak punya harapan, begitu juga dengan pengorbanan.
Setiap orang pasti ingin harapan nya itu tercapai, tapi tanpa pengorbanan yang kita lakukan gimana bisa harapan itu terwujud. Setiap perjalanan selalu diiringi dengan harapan demi harapan, selalu berharap agar perjalanan itu membuahkan hasil. Entah hasil yang seperti apa, yang pasti tetaplah berharap. Dan jangan hanya berharap saja, tapi sertailah dengan Doa dan Usaha.

" Apapun yang akan terjadi dalam hidup ini, jangan pernah dijadikan sebuah beban, selalu berserah diri kepada-NYA, yakinlah bahwa Tuhan telah merencanakan sesuatu yang terbaik untuk kita "

So, teruskanlah Perjalanan ini karena jalan masih panjang, sampai pada suatu waktu Sang Pencipta mencaput peran kita di muka bumi ini :)

See u next year all ^_^


Senin, 15 Desember 2014

Harapan demi Harapan



Kalian tau apa itu harapan?
Mungkin kalian pernah memberi harapan?
Atau kalian pernah berharap?

Berharap dan memberi harapan itu adalah dua hal yang berbeda. Tapi jika artiannya digabungkan maka akan menghasilkan sesuatu yang saling terkait.

Menurut aku, berharap itu adalah suatu keiniginan akan sesuatu hal dan berusaha untuk mencapainya.
Biasanya seseorang yang berharap, akan menggantungkan harapan-harapannya setinggi mungkin seperti menggantungkan cita-citanya. Dan pastinya orang yang berharap, selalu menyertakan doa dan usaha dalam setiap harapannya.

Kalau memberi harapan itu, bisa dikatakan sebagai mencoba untuk mewujudkan keinginan seseorang dan kalau tidak dilakukan dengan hati-hati maka bisa berakibat menjadi Pemberi Harapan Palsu "PHP" :)
Gimana sih rasanya di PHP'in?
Hhhmmmm rasanya pasti lumayan sakit tuhh, ato bisa jadi sakiitt banggeeetttt
Gak kebayang deh, kitanya udh yakiinn banget niihh dengan harapan yang diberikan kepada kita, trus tiba2 ternyata cuma PHP -___- Uhhhh sakitnya tuuhh disiniiii jendraaalll *tunjukhatiterdalam*
Kesel sihhh, siapa coba yang gak kesel?
Tapi dari pada di ambil pusing, toh mending dijadiin pelajaran aja kan :D

Sebagai manusia, kita memang harus selalu berharap terhadap sesuatu yang kita inginkan. Tetapi apalah arti Berharap jika tidak diiringi dengan usaha dan doa. Itu semua tidak ada hasilnya.
Berharap boleh saja, tapi janganlah terlalu tinggi berharap dan  menginginkan sesuatu di luar batas kemampuan diri.

Setiap orang pasti pernah memberikan harapan kepada seseorang. Harapan yang bagaimana?
Memberi harapan itu boleh, tapi harus disertai dengan kepastian. Apalah arti sebuah harapan jika tidak ada kepastian. Hati-hati sekali dalam memberi harapan kepada seseorang. Karena jika harapan itu hanya sebuah harapan kosong, maka itu rasanya sangat menyedihkan sekali.

 " Expectation is the root of all heartache " Harapan adalah akar dari sakit hati. Maka hati-hatilah jika menaruh harapan akan sesuatu hal, terlebih lagi menitipkan harapan kepada seseorang. Boleh jadi harapan itu akan terwujud, atau bahkan boleh jadi harapan itu akan berakhir dengan sakit hati. Hampir setiap orang pernah dikecewakan dengan harapan. Pemberian harapan yang tanpa kepastian itu sangat berakibat fatal bagi diri seseorang.

Harapan demi harapan selalu ada dalam diri kita. Sertakanlah harapan itu dengan Usaha dan Doa. Agar ketika Harapan itu tidak menjadi kenyataan, maka setidaknya kita sudah pernah mencoba nya dan bisa menjadi pelajaran yang baik bagi diri kita tentunya :)

#sedikit santapan menyambut senja :)



Kamis, 16 Oktober 2014

Berhenti




Aku ingin berhenti
Berhenti sejenak
Sebentar saja aku ingin berhenti
Iyaa aku memang ingin berhenti
Berhenti bukan berarti aku menyerah
Aku hanya ingin berhenti

Berhenti Menatap mu
Berhenti Memikirkan mu
Berhenti Memperdulikan mu
Berhenti Mengharapkan mu

Aku tidak tau apakah aku bisa melakukannya...
Tapi yang aku tau
Ada dua hal yang aku tidak bisa
Aku tidak bisa berhenti Mencintai dan Menyayangimu
Walaupun sedetik saja aku mencobanya
Tapi aku gagal
Bahkan bukannya aku berhenti mencintai dan menyayangi mu, tetapi aku malah semakin luar biasanya Cinta dan Sayang terhadapmu
Aku tidak tau mengapa bisa sedemikian ini terhadap mu
Hanya saja aku tidak mau cinta ini melampaui batas Cinta ku terhadap Sang Pencipta
Maka dari itu aku ingin berhenti :(

Aku hanya ingin berhenti
Ntah kapan aku bisa melakukannya
Aku terlalu lemah untuk masalah ini
Yaa amat sangat lemah

Mungkin mencoba berhenti semenit saja, itu sudah sangat menyiksaku
Tapi aku harus berhenti
Terserah aku harus berhenti dalam hal apa
Terserah bagaimana caranya
Yang pasti aku ingin berhenti

Berhenti bukan berarti menyerah kan?